Jenis Jenis Batuan Tebing Yang Biasa Untuk Panjat Tebing- Panjat tebing (rock climbing) banyak orang yang mengatakan panjat tebing adalah olahraga ekstrim dalam ketinggian akan tetapi olahraga ini sangat membuat kecanduan bagi pemanjat bagaikan makanan yang sangat lezat, begitupun yang saya alami pertama saya merasakan sendiri betapa takutnya saya diketinggian apalagi di tebing alam, kalau di tebing buatan itu tidak begitu takut tapi setelah agak bisa menikmati climbing dan secuil teknik climbing saya sekarang kalau tidak melakukan pemanjatan rasanya ada yang kurang dan bimbang mau aktifitas apa. Menurut pandangan saya panjat Tebing merupakan salah satu dari sekian banyak olahraga alam bebas di Indonesia maupun diseluruh Dunia, dan panjat tebing merupakan salah satu bagian dari cara untuk melakukan pendakian gunung yang tidak bisa dilakukan dengan cara berjalan kaki ataupun merangkak, melainkan harus menggunakan peralatan dan teknik-teknik tertentu untuk bisa melewati tebing di jalur gunung.
Pada umumnya panjat tebing dilakukan pada daerah yang berkontur batuan tebing dengan sudut kemiringan mencapai lebih dari 45° dan mempunyai tingkat kesulitan atau grade tertentu tertentu dalam melakukan pendakian. Dahulu panjat tebing dianggap banyak orang sangat lah tabu dilakuakan akan tetapi dengan seiring berkembangnya dari jaman batu sampai jaman modern dan jaman kejaman kegiatan panjat tebing berevolusi menjadi berbagai tipe kegiatan seperti olahraga yang mengejar prestasi kebanyakan kaum pelajar yang mencari prestasi dimana mereka mengejar untuk mencari beasiswa di sekolahan masing-masing ataupun kejenjang perkuliahan, petualangan yang mengejar kepuasan pribadi yang biasa dilakukan oleh berbagai penggiat alam atau pencinta alam di bangku mahasiswa seperti mapala mereka kebanyakan mencari kepuasan dan untuk bisa lebih menyatu dengan tebing alam, dan sebagai kegiatan profesi untuk mencari nafkah yaitu kerja pada kegiatan.
![]() | |
| Sumber: Btu Andesit Tebing Parangdok. Mapala Janagiri |
Pada umumnya panjat tebing dilakukan pada daerah yang berkontur batuan tebing dengan sudut kemiringan mencapai lebih dari 45° dan mempunyai tingkat kesulitan atau grade tertentu tertentu dalam melakukan pendakian. Dahulu panjat tebing dianggap banyak orang sangat lah tabu dilakuakan akan tetapi dengan seiring berkembangnya dari jaman batu sampai jaman modern dan jaman kejaman kegiatan panjat tebing berevolusi menjadi berbagai tipe kegiatan seperti olahraga yang mengejar prestasi kebanyakan kaum pelajar yang mencari prestasi dimana mereka mengejar untuk mencari beasiswa di sekolahan masing-masing ataupun kejenjang perkuliahan, petualangan yang mengejar kepuasan pribadi yang biasa dilakukan oleh berbagai penggiat alam atau pencinta alam di bangku mahasiswa seperti mapala mereka kebanyakan mencari kepuasan dan untuk bisa lebih menyatu dengan tebing alam, dan sebagai kegiatan profesi untuk mencari nafkah yaitu kerja pada kegiatan.
Pada dasarnya panjat tebing memiliki beberapa Jenis - jenis batuan tebing alam yang bisa digunakan untuk media pemanjatan dan pengertian dari batuan itu sendiri. Menurut Blatt, Harvey and Robert J. Tracy, 1996 batuan sebagai berikut:
![]() |
| Sumber: Wiki Pedia. Batu Kapur |
- Batu andesit adalah suatu jenis batuan beku vulkanik, ekstrusif, komposisi menengah, dengan tekstur afanitik hingga porfiritik. Dalam pengertian umum, Batuan andesit adalah jenis peralihan antara basal dan dasit, dengan rentang silikon dioksida (SiO2) adalah 57-63% seperti digambarkan di diagram TAS. Susunan mineral batuan andesit biasanya didominasi oleh plagioklas ditambah piroksen dan hornblende. Magnetit, zirkon, apatit, ilmenit, biotit, dan garnet adalah mineral aksesori umum. Alkali feldspar dapat hadir dalam jumlah kecil. Kelimpahan feldspar-kuarsa di batuan vulkanik andesit dan lainnya diilustrasikan dalam diagram QAPF. Batuan andesit umumnya ditemukan pada lingkungan subduksi tektonik di wilayah perbatasan lautan seperti di pantai barat Amerika Selatan atau daerah-daerah dengan aktivitas vulkanik yang tinggi seperti di Indonesia khususnya didaerah gunung kidul. Nama andesit berasal dari nama Pegunungan Andes. Batu andesit banyak digunakan dalam bangunan-bangunan megalitik, candi dan piramida. Begitu juga perkakas-perkakas dari zaman prasejarah banyak memakai material ini, misalnya: sarkofagus, punden berundak, lumpang batu, meja batu, arca dll. Di zaman sekarang batu andesit ini masih digunakan sebagai material untuk nisan kuburan orang Tionghoa, cobek, lumpang jamu, cungkup/kap lampu taman dan arca-arca untuk hiasan. Salah satu pusat kerajian dari batu andesit ini adalah didaerah Magelang. Pusat kerajinan dan pemotongan batu Andesit juga terdapat di daerah Cirebon dan Majalengka Jawa Barat. Karena di daerah ini banyak terdapat perbukitan yang merupakan daerah tambang Batu Andesit. Untuk batu Andesit di daerah cirebon umum nya bewarna abu-abu dan terdiri dari 2 Jenis utama: Andesit Bintik dan Andesit Polos.
- Batu Kapur. Batu kapur (bahasa Inggris: limestone) (CaCO3) adalah sebuah batuan sedimen yang terdiri dari mineral kalsit dan aragonit, yang merupakan dua varian yang berbeda dari CaCO3 (kalsium karbonat). Sumber utama dari calcite adalah organisme laut. Organisme ini mengeluarkan shell yang keluar ke air dan terdeposit di lantai samudra sebagai ooze pelagik (lihat lsoklin untuk informasi tentang dissolusi kalsit). Kalsit sekunder juga dapat terdepositkan oleh air meteorik tersupersaturasi (air tanah yang mengendapkan material di gua). Ini menciptakan speleothem seperti stalagmit dan stalaktit. Bentuk yang lebih jauh terbentuk dari Oolite (Gamping Oolitik) dan dapat dikenali dengan penampilannya yang granular. Gamping membentuk 10% dari seluruh volume batuan sedimen.
- Batu karang. Terumbu karang (batuan) adalah sekumpulan hewan karang yang bersimbiosis dengan sejenis tumbuhan alga yang disebut zooxanthellae. Terumbu karang termasuk dalam jenis filum Cnidaria kelas Anthozoa yang memiliki tentakel. Kelas Anthozoa tersebut terdiri dari dua Subkelas yaitu Hexacorallia (atau Zoantharia) dan Octocorallia, yang keduanya dibedakan secara asal-usul, Morfologi dan Fisiologi. Koloni karang dibentuk oleh ribuan hewan kecil yang disebut Polip. Dalam bentuk sederhananya, karang terdiri dari satu polip saja yang mempunyai bentuk tubuh seperti tabung dengan mulut yang terletak di bagian atas dan dikelilingi oleh Tentakel. Namun pada kebanyakan Spesies, satu individu polip karang akan berkembang menjadi banyak individu yang disebut koloni. Hewan ini memiliki bentuk unik dan warna beraneka rupa serta dapat menghasilkan CaCO3. Terumbu karang merupakan habitat bagi berbagai spesies tumbuhan laut, hewan laut, dan mikroorganisme laut lainnya yang belum diketahui. Terumbu karang secara umum dapat dinisbatkan kepada struktur fisik beserta ekosistem yang menyertainya yang secara aktif membentuk sedimen kalsium karbonat akibat aktivitas biologi (biogenik) yang berlangsung di bawah permukaan laut. Bagi ahli geologi, terumbu karang merupakan struktur batuan sedimen dari kapur (kalsium karbonat) di dalam laut, atau disebut singkat dengan terumbu. Bagi ahli biologi terumbu karang merupakan suatu ekosistem yang dibentuk dan didominasi oleh komunitas koral. Dalam peristilahan 'terumbu karang', "karang" yang dimaksud adalah koral, sekelompok hewan dari ordo Scleractinia yang menghasilkan kapur sebagai pembentuk utama terumbu. Terumbu adalah batuan sedimen kapur di laut, yang juga meliputi karang hidup dan karang mati yang menempel pada batuan kapur tersebut. Sedimentasi kapur di terumbu dapat berasal dari karang maupun dari alga. Secara fisik terumbu karang adalah terumbu yang terbentuk dari kapur yang dihasilkan oleh karang. Di Indonesia semua terumbu berasal dari kapur yang sebagian besar dihasilkan koral. Kerangka karang mengalami erosi dan terakumulasi menempel di dasar terumbu.
Terimakasih sudah mengunjungi blog Info Panjat Tebing bilamana ada master panjat yang kesasar disini, dan apabila terdapat kesalahan penulisan dan kekeliruan dalam segala hal penulis beribu minta maaf dan mohon di tambahkan dalam komentar di bawah dan penulis ucapkan banyak terimakasih



0 komentar
Posting Komentar