Senin, 06 November 2017

Materi Dasar Panjat Tebing Yang Perlu Diketahui Untuk Pemula

Materi Dasar Panjat Tebing Yang Perlu Diketahui Untuk Pemula- Materi dasar panjat tebing ini penulis sengaja menulis untuk mengingatkan penulis mengenai materi dasar panjat tebing dan untuk pemanjat pemula yang membutuhkan materi panjat tebing, panjat tebing mempunyai teknik-teknik khusus dalam rock climbing yang berhubungan dengan pemanfaatan anggota tubuh maupun dengan alat bantu/artificial climbing.


Pemanfaatan anggota tubuh tangan dan kaki
• Hold
Yaitu istilah untuk menunjukkan tempat dimana kaki dan tangan diletakkan dan mendapatkan pegangan. Hold tentu saja bervariasi dalam ukuran, bentuk, jenis batuan, serta friksi/gesekan yang dipunyai. Jenis-jenis hold, yaitu : flat hold dan mantle shelf, finger hold, pinch grip, foot hold, side hold, jug hold, lay backing, opposition, small hold, under cuts.
• Jamming
Adalah teknik dimana tangan/kaki dimasukkan /dijepitkan pada celah yang ada sehingga merupakan penguat kedudukan.

Chimneying, yaitu pemanfaatan celah yang lebar sebagai sarang pendaki, dengan menggunakan kaki, tangan dan punggung secara bersamaan.
Stirrups/Etriers
Alat bantu yang berujud tangga dari tapes dan metal yang digantungkan pada batu yang menonjol, maupun pada pasak/paku bor yang telah dipasang sebelumnya.
Ascender
Alat bantu yang dikaitkan ke tali apabila didorong ke atas (lewat tali) akan tetapi tidak bias ditarik ke bawah, sehingga akan menahan beban si pendaki agar tidak jatuh. Jenis-jenisnya yaitu jummar, clogs (mekanis), prusik loops.

Tipe pemanjatan dalam panjat tebing
Kecakapan mendaki juga termasuk pengenalan terhadap jenis-jenis pendakian yang ada, yaitu :
Face Climbing
Yaitu memanjat pada tebing dimana masih terdapat tonjolan-tonjolan ataupun celah-celah yang dapat digunakan sebagai pijakan kaki maupun pegangan tangan. Dalam face climbing yang harus diperhatikan adalah :
• Tumpuan, percayakan berat badan pada kaki, bukan pada tangan. Tangan lebih dipakai untuk mengatur keseimbangan.
• Jangan rapatkan badan pada tebing karena akan memudahkan momen gaya pada kaki akibatnya mudah tergelincir.
• Jangan memindahkan tangn/kaki terlalu jauh supaya berat badan tetap terkonsentrasi pada bidang tumpuan.
•  Jangan tergesa-gesa dan terlalu cepat dalam bergerak.
• Ingat hokum tripot, yaitu usahakanlah selalu ada tiga titik tumpuan, 2 tangan satu kaki atau satu tangan 2 kaki.
Friction/Slab Climbing
Dalam pendakian ini semata-mata hanya mengandalkan daya gesek sebagai penumpu. Ini sering terjadi pada tebing yang tidak terlalu vertical/slab, dimana kekasaran permukaan tebing cukup dapat menahan tubuh. Sepatu yang baik dan pembebanan maksimal pada kaki adalah hal yang penting dalam pendakian jenis ini.
Fissure Climbing
Dalam pendakian jenis ini, anggota tubuh diumpamakan sebagai pasak yang dijepitkan pada celah-celah yang ada, sehingga merupakan daya penahan bagi tubuh kita. Disinilah jamming dan chimneying berfungsi.
Pemanjatan biasanya dilakukan secara berkelompok, dengan tugas yang berbeda, yaitu :
• Leader, pemanjat yang naik pertama kali
• Second man/belayer, pemanjat kedua sekaligus yang menambat atau mem’belay’ leader.

Baca juga Jenis Jenis Batuan Tebing Yang Biasa Untuk Panjat Tebing

Palam panjat tebing sendiri mempunyai beberapa tipe pemanasan
Pemanasan merupakan awal dari aktivitas olahraga, termasuk olahraga panjat tebing dan bentuk dari pemanasan itu bermacam-macam, antara lain peregangan. Sedangkan metode peregangan terdiri dari tiga macam yaitu  :
• Metode statis, masyarakat umum mengenalnya dengan istilah  stretching.
• Metode dinamis, dikenal dengan istilah senam  pemanasan.
• Metode pasif, peregangan yang dibantu orang lain.
Dengan melakukan stretching kita akan mendapatkan beberapa keuntungan, yaitu  :
• Otot akan siap menerima beban tambahan yang lebih berat  lagi.
•  Membantu koordinasi kerja otot agar dapat lebih mudah untuk bergerak.
•  Memperluas daya gerak dari persendian otot.
• Mempermudah gerak yang akan dilakukan .
• Tindakan preventif untuk mencegah terjadinya cedera pada otot dan sendi.
• Menghindarkan rasa sakit pada otot, setelah latihan yang berat
• Selama gerakan stretching dilakukan maka hanya otot-otot  yang bersangkutan saja yang, menerima beban, sedangkan  otot antagonistisnya tidak.  
• Metode statis lebih sedikit memakai energi, jika di bandingkan dengan metode dinamis.

Terimakasih sudah mengunjungi halaman blog info panjat tebing ini. Bilamana ada yang salah atau kurang mohon ditambahkan dalam komentar dibawah ini penulis ucapkan banyak terimakasih. Semoga bermanfaat bagi kita semua amin.

0 komentar