Sabtu, 09 September 2017

Apasih Teknik Panjat Tebing Yang Perlu Diketahui Untuk Pemula

Apasih Teknik Panjat Tebing Yang Perlu Diketahui Untuk Pemula- Siapa sih yang gak kepingin menjadi pemanjat profesional seperti puteri Indonesia Agung Etty Hendrawati Pengoleksi juara 1 kompetisi internasional (ESPN X Games 2000), Beliau mendapat 4 gelar medali emas PON, dan puluhan gelar juara di berbagai kompetisi Nasional dan Regional di Negara tetangga seperti Singapura, Thailand, Cina, dan Malay­sia.

Apasih Teknik Panjat Tebing Yang Perlu Diketahui Untuk Pemula
Agung Etty Hendrawati sumber Net Sport Youtube


Atau mau menjadi pemanjat profesional kondang lainya ?

Seperti Chris Omprakash Sharma yang kondang didunia. Beliau menghabiskan masa kecilnya di Santa Cruz, California dan telah memulai panjat tebing sejak ia berusia 12 tahun. Memperoleh juara Bouldering Nasional pada usia 14, Chris telah memutuskan panjat tebing adalah denyut nadinya. Pada usia yang ke-15, ia menyelesaikan "5.14c pendakian yang merupakan nilai tertinggi pada pendakian di Amerika Utara pada waktu itu". Dia telah memaku beberapa rute panjat tebing paling sulit di dunia seperti mereka bermain saat anak-anak termasuk Es Pontas & La Rambla dan masih banyak lainya pemanjat tebing legendaris lainya.


Apasih Teknik Panjat Tebing Yang Perlu Diketahui Untuk Pemula
Sumber Nationalgeographic


Hayoo kepingin gak jadi kayak mereka? 

Dibawah ini ada tips - tips sebagai pemula yang prlu dipelajari. Mari kita pelajari Teknik Panjat Tebing Yang Perlu di Ketahui Untuk Pemula seperti di bawah ini.

Panjat Tebing atau istilah asingnya dikenal dengan sebutan Rock Climbing merupakan salah satu dari sekian banyak olahraga alam bebas dan merupakan salah satu bagian dari mendaki gunung yang tidak bisa dilakukan dengan cara berjalan kaki melainkan harus menggunakan peralatan dan teknik-teknik tertentu untuk bisa melewatinya.

Apasih Teknik Panjat Tebing Yang Perlu Diketahui Untuk Pemula
Tebing Parangdok Sumber Janagiri UJB

Panjat tebing merupakan salah satu aktivitas ekstrem yang sangat disukai oleh para pecinta alam di Indonesia maupun di Luar Negri. Akan tetapi bagi beberapa orang, ketinggian merupakan momok yang menakutkan layaknya hantu yang akan selalu membayangi. Namun bagi para pecinta alam, ketinggian atau dalam manifestasinya yaitu tebing adalah Nikmat dan keindahan Alam yang tiada tara yang diberi Tuhan untuk Kita.
Panjat tebing tidak seperti aktivitas fisik lainnya seperti sepak bola misalnya yang bisa dimainkan kapanpun, namun panjat tebing membutuhkan berbagai persiapan fisik yang ekstra baik dari ujung jari tangan hingga ujung tumit kaki, mental, dan juga peralatan yang tepat untuk setiap tingkatanya. Pada dasarnya panjat tebing adalah suatu olahraga yang mengutamakan kelenturan badan dan kekuatan tubuh, kecerdikan serta strategi baik menggunakan Peralatan maupun tidak dalam menyiasati tebing itu sendiri dengan memanfaatkan cacat batuan dan pastinya aktivitas ini sangat ekstrem dan berbahaya. Alangkah baiknya bila kita ingin melakukan pemanjatan tebing harus dengan teman atau saudara yang sudah profesional dalam hal panjat tebing untuk meminimalisir kecelakaan. 

Sebelum kita terjun lebih jauh  didunia panjat tebing alangkah baiknya kita ketahui lebih dahulu berbagai macam istilah - istilah bahasa yang di gunakan dalam panjat tebing seperti di bawah  

Apaya kira kira istilah istilah dalam melakukan pemanjatan? yuk intip terus dengan membaca artikel dibawah ini!!


  1. Kawasan panjat tebing adalah wilayah pemanjatan yang terdiri minimal dari satu jalur tebing alam untuk dilakukan pemanjatan.
  2. Tebing alam (Natural Rock) adalah batuan tebing yang dapat dilakukan sebagai media untuk melakukan pemanjatan.
  3. Tebing artifisial adalah fasilitas dinding panjat yang dibuat oleh manusia. 
  4. Bouldering adalah cara memanjat suatu jalur yang berisi minimal satu titik fokus jalur kesulitan. Jenis jalur bouldering mempunyai ketinggian maksimum yang aman dan dilakukan pemanjatan tanpa menggunakan mengaman tali dan di bawahnya terdapat matras - matras yang di tumpuk.
  5. Tebing artifisial adalah pemanjatan tebing dengan bantuan perlatan tambahan karena sering sekali pemanjat menghadapi medan yang kurang / tidak memberikan tumpuan atau peluang gerak yang memadai, misalnya ada jalur yang kosong poinya. Biasanya pendakian ini dilakukan berkelompok dengan tugas yang jelas antara leader dan belayer. Berdasakan sistem belay/fall protection, panjat tebing dibagi menjadi beberapa kategori, seperti gym climbing, top roping dan lead climbing.
  6. Crux adalah titik tersulit pada jalur pemanjatan.
  7. Sport climbing adalah suatu pemanjatan yang lebih menekankan pada faktor olahraga. Pada sport climbing rute yang dipanjat umumnya telah bolted (pada interval ketinggian tertentu ada hanger pada dinding tebing).
  8. Red-point adalah nilai yang diperoleh seorang pemanjat jika berhasil melakukan pemanjatan tanpa membebankan tali pengaman pada suatu jalur pemanjatan setelah melakukan percobaan pemanjatan lebih dari satu kali.
  9. Lead climbing adalah teknik memanjat jalur pemanjatan dimana pemanjat pertama memasang peralatan pengaman dan diamankan oleh seorang pengaman (belayar) dari bawah. Teknik pemanjatan ini cocok untuk pemanjat yang telah mempunyai kemampuan memadai untuk melakukan pemanjatan.
  10. On-sigth adalah nilai tertinggi yang diperoleh oleh seorang pemanjat jika berhasil melakukan pemanjatan tanpa membebankan tali pengaman dengan satu percobaan dan tanpa melihat pemanjat lain sebelumnya melakukan pemanjatan pada jalur tersebut. 
  11. Jalur-tersedia adalah jalur pemanjatan telah dibuat oleh pemanjat sebelumnya yang telah diberi pengaman permanen (berupa hanger atau piton) sehingga pemanjat lain tinggal mengaitkan cincin kait untuk mengamankan pemanjatannya.
  12. Top-rope climbing adalah teknik memanjat suatu pemanjatan dimana tali pengaman pemanjatan telah terpasang pada titik akhir pemanjatan dan pemanjat tidak perlu memasang sendiri pengamanan selama pemanjatan. Pada pemanjatan ini pemanjat nyaris tidak mungkin jatuh jika gagal melakukan pemanjatan. Teknik ini digunakan untuk pemanjat pemula yang akan melakukan pemanjatan suatu jalur.

Sebelum kita terjun lebih jauh di dunia tebing alam profesional alangkah baiknya kita pelajari beberapa hal yang mengenai teknik panjat tebing alam untuk pemula, dimana pemanjatan sangat dipengaruhi oleh permukaan atau kontur tebing yang mau kita panjat sedangkan jenis jenis panjat tebing di dasari dari pemakaian alat yang mau digunakan. secara umum teknik pemanjatan tebing alam dibagi menjadi tiga bagian. teknik ini bertujuan untuk meminimalisir resiko kecelakaan dalam melakukan pemanjatan. 

Jenis jenis teknik pemanjatan itu seperti apa ya? baca terus artikel dibawah:
  1. Face climbing Face climbing Yaitu memanjat pada permukaan tebing dimana masih banyak tonjolan atau rongga yang masih banyak sebagai pijakan kaki maupun pegangan tangan. Para pemanjat pemula biasanya mempunyai kebiasaan untuk mempercayakan tangan sebagai tumpuan utama berat badannya, memegang terlalu erat permukaan tebing yang akan membuat tangan lebih capek dan sakit di pergelangan tangan dan menempatkan badanya setengah menjauh ke tebing dan berhenti terlalu lama. Ini adalah kebiasaan yang salah. Tangan manusia tidak bisa digunakan untuk mempertahankan berat badan dibandingkan kaki, sehingga beban yang diberikan pada tangan akan cepat melelahkan untuk mempertahankan keseimbangan badan. Dimana pemanjat harus membagi berat badan antara tangan dengan kaki akan tetapi lebing congdong kaki yang menjadi titik tumpuan berat badan.
  2. Friction / Slab Climbing Teknik ini semata-mata hanya mengandalkan gaya gesekan sebagai gaya penumpu. Ini dilakukan pada permukaan tebing yang tidak terlalu vertical, kekasaran permukaan cukup untuk menghasilkan gaya gesekan. Gaya gesekan terbesar diperoleh dengan membebani bidang gesek dengan bidang normal sebesar mungkin. Sol sepatu yang baik dan pembebanan maksimal diatas kaki akan memberikan gaya gesek yang baik.
  3. Fissure Climbing
    Teknik ini memanfaatkan celah yang dipergunakan oleh anggota badan yang seolah-olah berfungsi sebagai pasak. 
Berikut Pembagian Pemanjata Berdasarkan Alat Yang Digunakan. Apasih yang jadi pembeda dalam pemanjatan? yuk baca terus artikel dibawah ini!!
  
  1. Free Soloing. Merupakan bagian dari free climbing, tetapi sipendaki benar-benar melakukan dengan segala resiko yang siap dihadapinya sendiri. Dalam pergerakannya ia tidak memerlukan peralatan pengaman. Untuk melakukan free soloing climbing, seorang pendaki harus benar-benar mengetahui segala bentuk rintangan atau pergerakan pada jalur pemanjatan yang dilalui. Bahkan harus menghapalkan dahulu segala gerakan, baik itu tumpuan ataupun pegangan, sehingga biasanya orang akan melakukan free soloing climbing bila ia sudah pernah mendaki pada lintasan yang sama. Resiko yang dihadapi pendaki tipe ini sangat fatal sekali, sehingga hanya orang yang mampu dan benar-benar profesional yang akan melakukannya (PERHATIAN!!! Jangan pernah melakukan pemanjatan jenis ini biarpun kita sudah profesional).
  2. Free Climbing. Sesuai dengan namanya, pada free climbing alat pengaman yang paling baik adalah diri sendiri. Namun keselamatan diri dapat ditingkatkan dengan adanya keterampilan yang diperoleh dari latihan yang baik dan mengikuti prosedur yang benar. Pada free climbing, peralatan berfungsi hanya sebagai pengaman bila jatuh. Dalam pelaksanaanya ia bergerak sambil memasang, jadi walaupun tanpa alat-alat tersebut ia masih mampu bergerak atau melanjutkan pendakian. Dalam pendakian tipe ini seorang pendaki diamankan oleh belayer. 
  3. Atrificial Climbing. Pemanjatan tebing dengan bantuan peralatan tambahan, seperti piton, bor, stirrup, webbing, sling, cokstoper, dll. Peralatan tersebut harus digunakan karena dalam pendakian sering sekali dihadapi medan yang kurang atau tidak sama sekali memberikan tumpuan atau peluang gerak yang memadai. 
Terimakasih sudah mengunjungi halaman blok ini. Untuk para master panjat bilamana ada yang kurang mohon ditambahkan dalam komentar dibawah ini penulis ucapkan banyak terimakasih.

0 komentar